Senin, 11 Januari 2021
Bantuan Pandemi Covid 19
Sabtu, 09 Januari 2021
10 jam
Rabu, 11 November 2020
Kelas Maya
Ditempat kami sinyal internet tidak merata, susah
untuk menggunakan aplikasi yang disebut diatas, apalagi menggunakan zoom yang
terlihat hanya garis lingkaran yang berputar-putar saja tidak pernah terbuka
atau terlihat gambarnya, jadi masih sulit mengakses pembelajaran ditambah lagi masalah listrik yang sering padam, dan pengetahuan
orang tua yang belum semua wali murid memahami menggunakan jenis-jenis
pembelajaran yang dipakai oleh sekolah.
Untuk mencapai ketuntasan belajar anak , kami menggunakan
aplikasi whatshApp, karena dengan membuka
whatshApp grup, kami bisa melanjutkan
pembelajaran dengan mudah dan bisa dijangkau bisa diterima anak juga
wali murid, setiap hari guru menjelaskan pembelajaran kegiatan harian melalui
tulisan, video dan audio. Mengirim menggunakan kelas grup whatshApp ,masing-masing
kelompok . Begitu juga dengan hasil kegiatan anak, belajar dirumah, wali murid
mengirimkannya melalui whatsApp grup.
Ini salah satu video-video dan hasil karya anak yang dikirim wali murid digrup kelas maya.
Hampir setiap hari kegiatan mereka
dikirim melalui whatshApp grup.
Alhamdulilah kegiatan pembelajaran bisa berjalan lancar,
untuk menghindari kerumunan sesuai anjuran pemerintah Desa, dalam seminggu secara bergiliran wali murid dan anak memberikan laporan hasil kegiatan anak selama
pembelajaran dirumah yang kemudian diserahkan kepada wali kelasnya
masing-masing untuk dinilai dan dibukukan untuk mengisi buku hasil perkembangan
anak selama pembelajaran berlangsung dirumah.
Solusi- solusi yang sering kami sampaikan kepada wali murid untuk tetap selalu
berkordinasi dan bekerjasama dengan guru, tidak terlalu memaksakan menyelesaikan pembelajarannya terhadap
anaknya. Lebih sabar dan tahan amarah ketika anak merajuk saat belajar, Kami
juga menyarankan kepada wali murid untuk memamfaatkan laman pencarian google
untuk penyegaran cara belajar. Salah satunya kami sarankan membuka aplikasi rumah belajar,
sehingga tidak ada kebosanan anak untuk belajar, ada juga aplikasi marbel, ada
juga aplikasi slideshow dengan membuat
menarik foto-foto mereka saat belajar. Sehingga tidajk membuat anak jenuh saat
belajar. Hampir setiap malam kami share saran-saran dan ilmu bagaimana menghadapi belajarnya anak usia tk yang berbeda
persepsi dengan bagaimana belajarnyanya menurut orang tua.
Pemamfaatan Rumah Belajar merupakan cara kerjasama
yang baik antara guru dan orangtua, bukan hanya guru, orangtua terbantu dalam
hal belajar, anak bisa langsung bermain sambil belajar dan belajar seraya
bermain. Banyak orang tua yang khawatir
anak sering memegang hp dengan alasan belajar. Intinya jangan sampai
orangtua lengah dalam menghadapi anak belajar saat menggunakan hp, tetap
diawasi dan dampingi . alhamdulilah sampai saat ini kegiatan itu membantu mengatasi
permasalahan yang ada.
Selasa, 20 Oktober 2020
group kelas online
Senin, 19 Oktober 2020
obat rindu
Setiap hari guru tetap ke sekolah walau pembelajaran
dilaksanakan secara jarak jauh, Guru wajib membuat Rencana Pembelajaran Harian
agar proses belajar mengajar dari rumah bisa berjalan lancar, melakukan
komunikasi dengan sesama guru untuk berbagi pengalaman dan mencari solusi atas
masalah yang dihadapi. dengan mengikuti perkembangan zaman guru dituntut untuk
melek teknologi, kreatif dalam memamfaatkan media pembelajaran daring secara
menyenangkan dan mudah dimengerti agar anak merasa tidak bosan selama belajar
dirumah, apalagi sekarang ada jutaan video tutorial yang ada di youtube bila
guru mengalami kendala dalam pembelajaran, disarankan juga guru untuk mengikuti
grup-grup pembelajaran di grup-grup telegram yang bermamfaat untuk peningkatan
mutu dan profesional guru.
Setiap kegiatan yang dilaporkan wali murid, guru
memberikan umpan balik terhadap tugas dan kegiatan yang dilakukan anak dengan
tujuan tetap memotivasi, sharing tidak hanya dengan anak tapi juga dengan orang
tuanya, saat anak ke sekolah, guru selalu bertanya kegiatan apa saja yang anak
lakukan dirumah, masalah apa yang anak hadapi, semua jawaban anak selalu
diberikan penguatan dan motivasi. Dan anak-anak yang bermasalah, seperti tidak mau
membuat atau menyelesaikan kegiatan yang diberikan, malas berbicara saat video
call atau menyanyi saat kegiatan diaudiokan, kami selalu kunjungi kerumah anak yang
bermasalah untuk membantu orang tua mengatasi masalah yang ada, tak lupa kami
sarankan untuk selalu mengikuti arahan pemerintah tentang wabah pandemic, menggunakan
masker saat keluar rumah, rajin cuci tangan menggunakan sabun, selalu menjaga
kebersihan dirumah, meningkatkan imun
dan iman serta bersabar untuk tidak sering
keluar rumah.
Belajar masa pandemic merupakan pembelajaran
inovatif, karena pembelajaran sekarang sangatlah berbeda dengan yang umum biasa
kita lakukan sebelum pandemic, tanggung jawab bersama sangat terasa dilaksakan
secara bersama, mulai dari guru, anak, orangtua bahkan pemerintah, media bahkan
relawan sekalipun, sekarang semuanya dipikul bersama-sama. Belajar meskipun
harus online, anak tetap bisa belajar mandiri, disiplin meski tidak guru yang
mengawasi dan anak bisa bersabar untuk tidak kesekolah.
Itulah pengalaman Pembelajaran Jarak jauh yang telah
kami lakukan, semoga membawa berkah untuk semuanya. Amin.
Minggu, 18 Oktober 2020
Seminar PTK
Selasa, 06 Oktober 2020
Untuk Temanku
Assalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh
Mari belajar bagaimana membuat pembelajaran lebih efektif dan menarik dengan cara membuat media dan metoda yang menyenangkan bagi anak belajar dirumah, dan orangtua lebih mudah memahami pembelajaran yang diberika oleh gurunya. untuk kegiatan pembelajaran anak TK dan KB, tidak hanya materi tulisan saja tetapi ada juga video ataupun games nya, sehingga tidak membosankan bagi anak dan monoton bagi orangtuanya.
Carilah kegiatan kreatif lainnya seperti diyoutube, atau bisa juga buat grup di telegram yang sangat bermamfaat bagi guru nya, karena bergabung dengan grup-grup yang ada ditelegram hampir setiap saat di share ilmu-ilmu yang menarik. mau tidak mau, suka tidak suka, guru wajib meng upgrade diri lebih baik dari hari kemaren. selain rumah belajar dengan games balita cerdasnya yang bisa digunakan secara offline, ada juga marbel dengan games yang menyenangkan.
Apalagi ada edaran lomba Menulis Guru, kesempatan emas yang tidak datang untuk kedua kali. Ayo bunda-bunda kita ikuti lomba ini .
LOMBA MENULIS GURU
PENGALAMAN PJJ di ERA PANDEMI COVID-19
2. Ketentuan penulisan dan pengiriman naskah:
a. Tulisan harus asli karya sendiri dan belum pernah dipublikasikan di media dan/atau diikutsertakan dalam perlombaan sejenis;
b. Tulisan sesuai tema lomba dan disampaikan dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta tidak menyinggung SARA;
c. Tulisan minimal 1000 kata dan maksimal 1500 kata dengan ukuran kertas A4 menggunakan spasi 1,5 dan huruf times new roman 12 pt;
d. Tulisan dijadikan satu file dengan identitas peserta (kartu anggota PGRI) dikirim melalui pranala: bit.ly/lombamenulis-75-PGRI;
Sabtu, 03 Oktober 2020
kiriman Tak Terduga
Alhamdulilah, rasa kaget bercampur haru, saya mendapat kiriman sebuah Buku, dilihat pengirim nya dari Soreang Bandung. perasaan ....saya belum lagi pesan buku baru, ternyata dari Omjay ....
Omjay masih mengingat pesertanya yang malas, setelah menerbitkan buku, saya belum mampu untuk menulis lagi, karena kesibukan yang dicari-cari....
Ternyata mengurus kenaikan pangkat agak susah, sudah ada buku yang diterbitkan masih ada lagi membuat PTK, setelah membuat PTK, kita harus mengadakan bimbingan lagi, selanjutnya mengadakan seminar PTK yang dibuat, membuat saya tambah bingung. jadi belum terpikirkan untuk mengisi blog saya.
Terimakasih Omjay, kiriman bukunya, In Syaa Alloh saya baca dan bisa saya terapkan nantinya tentang bagaimana menerapkan pola pembelajaran yang efektif dari rumah.
Kamis, 13 Agustus 2020
Berburu Ilmu Menulis Gratis
Alhamdulilah,
puji syukur saya limpahkan atas karunianya, hari ini buku solo saya sudah
berada ditangan saya sendiri, rasa bahagia begitu menyelimuti, tidak sampai
setengah tahun saya belajar online bersama digrup menulis Omjay, sudah
menghasilkan sebuah buku yang saya sendiri tidak pernah menyangka bisa
menerbitkan sebuah buku, seakan tak percaya.
Jam
2 siang ada sepeda motor mampir dirumah untuk mengantar paket, saya lihat
pengirim dari Ibu Sri Sugiastusti, Solo, setelah saya terima saya langsung
membuka dan mengecek buku, benar ternyata itu buku saya, saya buka dan mulai membaca halaman demi halaman. Ternyata
masih ada juga sedikit kata yang salah, tapi lumayanlah tidak terlalu fatal.
Saya sudah merasa senang.
Terimakasih
terkhusus kepada Ibunda Sri Suguastuti yang mana sudah membantu saya dalam
menerbitkan buku ini, apalagi Omjay yang sudah memprakasai kegiatan ini, tanpa
adanya grup menulis Omjay ini mustahil saya bisa membuat buku, Mr.Bams yang selalu memotivasi dengan kalimat
bahagianya, Mr.Brian yang membantu membuat ilmu blog nya yang sudah sangat
berguna dan semua teman –teman peserta gelombang 12 yang selalu memberikan
saran dan kritikannya diblog yang saya share. Semoga ilmu yang telah diberikan
bermamfaat dan Alloh Subhanahu Wata’ala memberikan pahala yang berlipat, Ibu,
Omjay, Mr.Bams, Mr Brian selalu sehat, selamat bahagia dunia dan akhirat,…..
Amin.
Koleksi
buku juga sudah bertambah mulai dari Ibu Hati, Ibu Rita Asminarseh,Bpk Brian
Dan Ibu Sugiastuti yang semua sudah harus siap dibaca, tak sabar untuk membaca
semua buku dari orang-orang hebat, semoga menambah inspirasi dan motivasi serta
berkah bagi pembaca nya.
Mohon
maaf bila saya belum bisa istiqomah dalam menulis, memang benar apa yang
narasumber sampaikan, sangat sulit menulis bila belum ada keinginan yang kuat
dalam hati. Tapi semangat literasi tetap berkobar dalam hati. Salam Literasi.
Membangun Indonesia melalui dunia Pendidikan dengan pembelajaran dalam jaringan yang efektif dan menyenangkan
Kibaran Bendera Sang Saka Merah Putih sudah berkibar disetiap depan rumah warga, bulan Kemerdekaan dibulan Agustus, sudah lebih dari 5 bulan pandemik masih melanda Indonesia. Dengan semangat Merdeka Belajar anak-anak masih melakukan pembelajaran jarak jauh dengan belajar dari rumah sesuai surat edaran Mendikbud Nomor 4 tahun 2020.
Peran
penting bagi guru untuk membantu anak menghadapi ketidak pastian yang
disebabkan oleh pandemi ini, guru selalu mendukung dan melibatkan anak untuk
terus belajar dalam bentuk pembelajaran jarak jauh (daring maupun luring atau
kombinasi) meskipun untuk sementara akses fisik kesekolah ditutup. Fasilitas
pembelajaran yang tadinya bisa dikelas tatap muka sekarang harus melalui laman
dan media social.
Kolaborasi
yang tidak kalah penting nya antara kepala sekolah, guru, orangtua dan murid
untuk berdaya belajar dalam menghadapi situasi darurat, memastikan anak untuk
dapat belajar daring maupun luring yang bermakna walau hanya lewat handphone
sesuai kebutuhan dan kemampuan anak untuk bisa dan mampu diatasi, sehingga
tidak menimbulkan kecemasan, kesulitan
bagi anak juga orangtuanya yang mendidik anak diera digital.
Dengan
semangat 45 guru mampu memulai pembelajaran yang efektif dan menyenangkan
sesuai dengan rencana pembelajaran jarak jauh (daring maupun luring atau
kombinasi) yang sudah disiapkan dan disetujui kepala sekolah dengan tetap
mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah, guru mengetahui anak mana yang
sudah atau belum menyelesaikan tugas sekolahnya, mengetahui anak mana saja yang
lebih banyak membutuhkan bimbingan guru, mengetahui lingkungan rumah yang bisa
ditinjau dari aspek kenyamanan dan keamanan, mengetahui kondisi mental dan
emosi anak, apakah cemas atau takutkah
dalam belajar daring ataupun luring atau kombinasi, dan juga guru mengetahui
apakah anak bisa mengakses keteknologi untuk kegiatan pembejaran jarak jauh
itu.
Melakukan
selalu komunikasi dengan sesama guru untuk saling berbagi pengalaman dan
mencari solusi atas kendala yang dihadapi, banyak kendala yang hampir merata
dan sama disemua sekolah seperti permasalahan anak antara lain kurang nya
handphone, karena semua anak dalam satu keluarga belajar daring, sehingga
rebutan dalam menggunakan alat gawai tersebut, tidak adanya jaringan internet yang
kuat sehingga tidak bisa menyelesaikan tugasnya, belum lagi permasalahan dan
kendala dari para orangtua.
Betul, orangtua belum terlatih untuk menjadi guru dadakan, padahal orangtua memainkan peranan besar membantu anak dalam keberhasilan belajar pembelajaran jarak jauh (daring maupun luring maupun kombinasi), untuk itu tugas guru juga untuk memberikan dukungan, membimbing, memotivasi, para orangtua yang mengambil alih tugas menantang, sementara para orangtua banyak berurusan dengan tugasnya dirumah. Hampir 80% Orangtua merasa keberatan dalam pembelajaran jarak jauh, apalagi pembelajaran daring, salah satunya orangtua belum memahami ilmu teknologi, sehingga kebingungan dalam membimbing anak, apalagi bagi anak SD walaupun anak tersebut sudah mahir dalam memainkan game tetapi anak belum paham 70% dalam memyelesaikan tugas yang diberikan guru. Belum lagi masalah keuangan/dana untuk pembelian data internetnya, Mau tidak mau, suka tidak suka orangtua harus mau dan siap menghadapi situasi ini yang tidak tahu kapan akan berakhirnya. Dan tentunya guru lagi yang harus berpikir bagaimana caranya mebimbing anak dan sekaligus orangtuanya.
Pastikan mencari informasi, melakukan komunikasi dan mensukseskan model pembelajaran jarak jauh (daring maupun luring dan kombinasi) yang sudah berhasil dilaksanakan secara efektif dan menyenangkan selama pandemi yang dapat dicontoh oleh guru lain. Menyiapkan diri untuk lebih sadar, tanggap dan mendukung kegiatan positif anak dengan materi pembelajaran yang diberikan, memberikan dorongan dan motivasi kepada anak untuk belajar dan saling mendukung sesama teman.
Ayo,
teman-teman sesama guru tetap semangat untuk memberdayakan diri demi
kwalitas/mutu kita sebagai guru, jangan lupa selalu instropeksi diri dengan
ibadah sehingga menangguhkan murka Alloh Subhanahu Wata’ala, Amin….., Salam literasi….. Hidup PGRI.
Kamis, 16 Juli 2020
Warnai Dunia Dengan Menulis
Cakap Menulis; Dari Artikel ke Buku, Oleh M. Anwar Djaelani,
Alhamdulilah pertemuan
ke 20 diawali ucapan salam oleh Omjay
dengan moderator Ibu Sugiastuti, Inilah profil beliau : Ayah tiga anak lahir di
Pamekasan ,23 April 1962, S2 Ilmu social di Unversitas Air Langga (2003), Jabatan
aktif di :
- Pelajar Islam Indonesia( 1978-1980)
- Lembaga dakewah Kampus Unair ( 1984-1987)
- Perhimpunan KB-PII jatim (2015-2020)
- DDII Jatim ( 2018-2023)
- MIUMI Jatim (2015-2020)
- Institute Pemikiran dan Peradaban Islan ( Inpas)
- Jawa Pos
- Radar Surabaya,Surya,Malang Pos dan Republika
- www.inpasonline.com, wwww.hidayatullah.com ,www.kanigoro,com, www.islampo,com dan www.anwardjaelani.com
- Berdekat-dekat Kepada Yang Maha Dekat (2020)
- Keluarga Sakinah Perindu Jannah (2019)
- Jejak Kisah Pengukir Sejarah ( 2016)
- Warnai Dunia Dengan Menulis ( 2012)
- Spirit 212, Cinta Ini Menyatukan Kita (2017)
- 100 tahun KH Abdullah Wasi’an, Kristolog jago Dialog (2017)
- Bergiat Dakwah Merajut Ukhuwah (2016)
Perlu Pembiasaan, Banyak
membaca adalah modal utama penulis. Dengan sering membaca seseorang akan,
pertama, mendapatkan pengetahuan / wawasan baru. Kedua, terbit ide untuk
menulis sesuatu sebagai pengembangan dari apa yang sudah dibacanya. Ketiga,
kaya dengan perbendaharaan kata. Bersemangatlah di saat menulis!
Sungguh, tulisan itu
sangat besar pengaruhnya. Ungkapan salah seorang pendiri Pesantren Gontor KH
Imam Zarkasy (1910-1985) berikut ini. Bahwa, andai tak punya murid, Saya akan
mengajar dunia dengan pena. Artikel
adalah sebentuk karya tulis. Mari, maju dengan menulis
Tema untuk dikembangkan
menjadi artikel cukup mudah kita dapatkan karena banyak tersedia di sekeliling
kita. Tema bisa berasal dari isi koran, majalah, televisi, dan internet.
Tentang “Niat dan Pembiasaan” Kita perlu membiasakan diri untuk terus menulis
dan itu harus didasari pada sebuah niat yang benar. Tatalah niat kita lebih dahulu.
Apa motivasi kita menulis? Agar bisa dimuat di media?
syarat
agar artikel kita dimuat media :
- Tema tulisan harus aktual dan menarik perhatian public
- Orisinalitas gagasan, kekuatan argumentasi, dan kecermatan berbahasa.
Tema tulisan, Tema akan datang mengalir deras,
terutama jika kita sudah membiasakan diri untuk menulis. Nyaris di setiap kita
membaca, melihat, atau mendengar sesuatu yang “tak biasa”, biasanya lalu terbit
ide untuk mengartikelkannya.
Langkah
menulis
- Menentukan tema tulisan
- Buatlah outline (kerangka karangan)
Tujuan
nya outline kita buat untuk memudahkan pengembangan penulisan.
- Di pendahuluan kita sampaikan secara ringkas masalah apa yang akan kita bicarakan.
- Di pembahasan, kita urai dan analisis masalah yang kita paparkan di bagian pendahuluan.
- Di penutup, berilah kesimpulan dan saran berdasarkan uraian dan analisis sebelumnya.
Contoh Outline: Tetap Berseri-seri Belajar di Masa Pandemi
- Pandemi Covid-19, ujian bagi semua (1 paragraf)
- Manusia selalu diuji dengan bentuk beragam (2 paragraf)
- Sekilas Covid-19 (1 paragraf)
- Dampak negatif Covid-19 secara umum (2 paragraf)
- Dampak negatif Covid-19 di dunia pendidikan (3 paragraf)
- Sudut pandang agama, bersama kesulitan ada kemudahan (2 paragraf)
- Berbagai pilihan cara belajar di saat pandemi (4 paragraf)
- Penutup / kesimpulan; Tetap optimis di situasi apapun (1 paragraf)
Perihal “Judul Pemanggil” Judul yang baik, antara lain:
- Mampu mencuri perhatian pembaca.
- Mencerminkan tema / arah tulisan, sehingga bisa menjadi semacam miniatur isi keseluruhan tulisan. Ringkas dan padat.
Sebagai
sarana berlatih, seringlah memerhatikan judul-judul artikel di berbagai media.
Kata untuk judul diusahakan ada 4 kata, contohnya :
- Urgensi Meneliti dan Menulis (Jawa Pos)
- Menunggu Realisasi Program Buku Murah (Jawa Pos, 31/07/2008)
- Hukuman Guru dan Mimpi Buruk Murid (Radar Surabaya)
- Rindu Pemimpin Menulis Buku (Jawa Pos 17/05/2017)
- Menjaga Martabat Penerima Zakat (Jawa Pos)
Belajar membuat paragraf pertama, paragraf dibawah judul atau sering
disebut sebagai lead, bila lead dan judul berhasil memikat pernatian pembaca,
selamat tulisan pasti dibaca.
Pertama tentang “Lead
Penggoda”. Lead adalah pendahuluan berbentuk paparan ringkas dari masalah yang
akan kita kupas. Posisi lead menempati paragraf pertama. Fungsi lead adalah
penggugah rasa ingin tahu pembaca. Lead mengantar pembaca ke gagasan utama sang
penulis.
Kedua, perihal
“Pembahasan nan Menawan”. Di bagian ini, isinya berupa analisis atas masalah
yang kita angkat. Pembahasan harus sistimatis, argumentatif, tuntas, dan
ditulis dengan bahasa baku namun tetap dengan sentuhan popular. Sangat
dianjurkan, perbanyak membaca artikel karya orang lain.
Ketiga, tentang
“Penutup yang Menggugah”. Bagian ini memuat kesimpulan dan/atau saran atas
masalah yang kita kupas. Disajikan sekaligus dengan gaya pamit. Lihat contoh
lead dan penutup berikut ini: Belajar Tiga Gaya Lead dan Penutup. Judul: Guru
Rajin Menulis dan Efek Besar Itu
Lead (Gaya pertama,
menggoda dengan pertanyaan):Semua orang, tanpa kecuali, harus menjadi
pembelajar di sepanjang usianya. Maka, sungguh menyenangkan jika guru suka
menulis. Amat membanggakan andai guru rajin menulis. Apa hubungan seorang
pembelajar dengan posisi guru yang gemar menulis?
Penutup: Sungguh,
jadilah pembelajar tiada henti dengan cara menjadi guru yang penulis. Sungguh,
duhai para guru, bersemangatlah untuk menjadi pahlawan yang berjasa karena
banyak menghasilkan karya tulis. Karya-karya itu, semoga secara meyakinkan
menginspirasi murid, orangtua murid, dan masyarakat luas. Indah!
Judul: Rindu Pemimpin Menulis Buku
Lead (Gaya pertama,
menggoda dengan pertanyaan): Di Indonesia, Hari Buku Nasional diperingati
setiap 17 Mei, sedangkan Hari Buku Sedunia dirayakan setiap 23 April. Inti dua
momen itu sama, yaitu mengajak kita lebih mencintai buku sebagai sumber ilmu
pengetahuan. Urgensi seruan itu, meski bersifat umum, lebih terasa jika
ditujukan kepada para pemimpin. Bahkan, seyogianya para pemimpin itu didorong
pula aktif menulis buku. Mengapa?
Penutup: Alhasil,
kepada para pemimpin, mari tundukkan kepala: Apakah sikap rajin membaca (atas
semua persoalan masyarakat) sudah menjadi komitmen keseharian Anda? Sudahkah
semua yang Anda baca itu lalu bisa melahirkan tulisan berupa konsep dan
kebijakan yang selalu berpihak kepada rakyat kecil? Lalu, agar rakyat yakin
dengan ketulusan komitmen Anda, tulislah konsep dan kebijakan Anda dalam sebuah
buku. Sungguh, kami benar-benar merindukan pemimpin yang bisa menulis buku.
Kami rindu pemimpin yang berkualifikasi laksana Soekarno, Hatta, dan Natsir.
Judul: Ilmu Pengetahuan
Bisa Topang Keimanan
Lead (Gaya kedua,
dengan kutipan pemikat) “If you think strongly enough, you will be forced by
science to the belief in God”(Kelvin, fisikawan, 1824-1907).
Penutup: Singkat kata,
ilmu pengetahuan bisa mendatangkan keimanan bagi yang masih belum punya iman.
Ilmu pengetahuan bisa menguatkan keimanan bagi yang sudah memiliki iman.
Terkait ini, lihat Kelvin di paragraf pembuka tulisan ini. Benar, saat dia
berkesimpulan tentang pengaruh kuat ilmu pengetahuan terhadap kepercayaan akan
adanya Tuhan. Jadi, jangan pernah berhenti untuk mendalami ilmu.
Lead (Gaya ketiga, narasi diskriptif): Sesungguhnya,
olok-olok tak mengenal musim. Perilaku terlarang itu telah berlangsung lama dan
terus terjadi. Padahal, kerugian yang ditimbulkan oleh olok-olok –dan apalagi
bully- sangat besar.
Penutup: Singkat kata,
selalu berilah anak-anak asupan ruhani yang memadai. Ajari anak-anak sikap
untuk tak suka mengganggu orang lain. Didik mereka untuk sabar dalam menghadapi
berbagai persoalan hidup. Tentu saja, sebagai orangtua, kita harus telah
terlebih dahulu mengamalkan hal-hal tersebut.
Perihal “Panjang
Artikel”.
Secara umum, media
membutuhkan artikel sepanjang 6000 karakter. Hanya saja, di masing-masing
kadang ada yang kurang atau ada yang lebih dari itu. Usahakanlah, jika mungkin,
sesuai dengan ketentuan dari masing-masing media.
Dari Artikel ke Buku
Selepas trampil menulis
artikel, pekerjaan menulis buku bisa menjadi lebih gampang. Mereka yang sudah
terbiasa menulis artikel akan lebih cekatan dalam menghasilkan buku.
Kedua, kala menghimpun
artikel menjadi buku. Tulislah sebanyak mungkin artikel dengan tema sejenis.
Misalnya, bertema pendidikan. Setelah, dirasa cukup untuk dijadikan buku,
lakukan langkah: a).Edit ulang. Sering artikel menggunakan “bahasa Koran”,
seperti “kemarin”, “pekan lalu”. Untuk itu, ubah dengan mencamtumkan tanggal
kejadian yang dimaksud. b).Jika diperlukan, buatlah rubrikasi. Meski semua
berada di rumpun pendidikan, mungkin masih bisa dikelompokkan lagi dalam bidang
yang lebih khusus. Misal, ada rubrik “Spirit Pembelajar di Semua Musim”,
“Menjadi Orangtua Sekaligus Guru”, “Betah di Perpustakaan Keluarga”, “Merancang
Liburan Bernuansa Pembelajaran” dan “Belajar di Masa Pandemi”.
Menulis Resensi
Buku
Resensi buku adalah
ulasan kritis atas sebuah buku. Di dalamnya minimal berisi identitas buku yang
dimaksud, ringkasan isi buku (dipilih bagian-bagian yang paling penting), dan
penilaian objektif atas buku itu terkait kelebihan dan kekurangannya.
Panduan lengkap dalam menulis Resensi Buku.
“Jawablah” sejumlah pertanyaan berikut ini. Tentu saja, jawaban ditulis dalam
“gaya artikel”.
Tulislah identitas buku
- Apa isi ringkas buku?
- Apakah penulis memiliki kompetensi?
- Apakah buku itu didukung referensi memadai?
- Buku itu lebih ditujukan ke segmen pembaca mana?
- Adakah pengetahuan baru yang disodorkannya, atau sekadar repetisi (pengulangan) dari buku-buku yang sudah ada?
- Apa kelebihan dan kekurangannya. Misalnya, apakah mudah dipahami oleh semua kalangan? Bagaimana performa fisik buku, menarik?
- Tepatkah momentum kehadirannya?
- Berhargakah untuk segera kita baca dan atau miliki?
- Wangi banyuwangi untuk negeri
- Memori manis dari madrasah haji
- Berbagi kata menebar makna
Ada banyak keuntungan
jika kita rajin menulis Resensi Buku. Di antaranya, di saat kita akan menulis
buku akan lebih terbimbing karena sering mengkritik karya orang lain. Tentu
saja, saat kita menulis buku, tak akan mengulang kesalahan-kesalahan yang telah
dibuat oleh penulis-penulis lain.
Kesimpulan nya :
Niatkan menulis dengan iklas, mulalah untuk bisa menulis artikel dan menjadi sebuah
buku, tak ada kiat yang paling manjur yang dikenal sebagai 3M, Mulai, Mulai dan Mulailah, Bersemangatlah
disaat menulis, Mari maju dengan menulis.
Itulah ilmu yang saya dapat pada malam ini, Terimaksih Bapak Anwar Djaelani, Semoga Alloh memberikan kesehatan
kepada kita semuanya. Amin.
Selasa, 14 Juli 2020
Kegiatan Pengimbasan
Bimtek Daring Guru PAUD Penggerak BDR
Alhamdulilah
Pembukaan Kegiatan Pengimbasan Bimtek Daring
Guru PAUD Penggerak BDR dalam rangka mendukung implementasi
Kebijakan Belajar Dari Rumah yang
dilaksanakan oleh IGTKI Kabupaten Mukomuko selaku Panitia dan Pemateri selama 5 hari yang dilaksanakan pada tanggal
22-26 Juni 2020 via webex dengan 142 peserta guru PAUD Sewilayah Kabupaten Mukomuko, kemaren dibuka secara
resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko yaitu
Bapak Drs.H.Ruslan,M.Pd, dalam arahan nya menyampaikan apresiasi atas
terlaksananya kegiatan dengan baik dan pada akhirnya dapat diaplikasikan untuk
pembelajaran online dimasa pandemic Covid 19.
Ketua
IGTKI Provinsi Bengkulu Ibu Wisna,S.Pd membahas bagaimana seharusnya BDR bisa
dilaksanakan oleh semua instansi Sekolah. Bunda PAUD Kabupaten Mukomuko
memberikan arahan kepada semua peserta Bimtek agar panduan Pembelajaran Jarak
Jauh dipaham, dipedomani, bagi guru selama sekolah
tutup agar tetap sabar dan semangat
merdeka belajar tetap ada, karena lebih dari 91% populasi siswa diseluruh dunia
telah dipengaruhi oleh penutupan sekolah karena pandemic Covid -19.
https://drive.google.com/drive/folders/1AyMIRXwKY3aKxhwpWKJVWncIA7VmSQ97?usp=sharing
Terimakasih,
itulah kegiatan Bimtek Daring Pengimbasan
yang telah IGTKI kabupaten Mukomuko
lakukan semoga bermamfaat dan bisa menambah ilmu para bunda TK diluar
sana.






